Selamat Berkunjung

Respon dan Masukan Anda dapat Meningkatkan Kualitas Penulis

Selasa, 05 Desember 2017

Melawan Zona Nyaman

Sumber: Google
Kegiatan atau hal yang selalu dilakukan secara berulang kali akan menimbulkan suatu kebiasaan. Terus, kebiasaan itu kita lakukan, sampai-sampai pada suatu hari belum melakukan kegiatan itu rasanya ada yang kurang. Mau tidak mau, suka tidak suka, tubuh bergerak untuk melaksanakan kegiatan itu. Kalo kata orang-orang, hal ini sudah disebut dengan "habbits".

Lebih parah lagi, kebiasaan tersebut semakin masuk kedalam diri kita. Contoh yang sudah biasa kita tau ialah, Seorang laki-laki yang melakukan hal kecil karena mengikuti pergaulan dimana ia berinteraksi. Bercengkrama dengan teman sebaya, mencari jati diri dengan mencontoh orang yang lebih memiliki umur.

Awalnya coba-coba karena menirukan. Merasa "Keren" dengan hal tersebut.
Lanjut pada level selanjutnya yang mana seorang manusia mempunyai rasa "gak enakan"
Setiap bercengkrama, pasti melaksanakan kegiatan tersebut. Karena apa? gak enakan buat nolak.

Awalnya.
Ya, awalnya hanya sebatas saat bercengkrama.
Namun tanpa Ia sadari, kegiatan itu telah menjadi sebuah kebiasaan yang harus dilakukan.
Ya! Harus!!

Sebuah zona dimana ia merasakan kenyamanan, padahal "Zona Nyaman" yang ia rasakan hanyalah semu. Semu yang mencandu, merindu candu, bagai rindu yang mencandu jika tak bertemu semakin menyakitkan.

Bagai orang yang rindu sangat merindu, pasti akan berusaha untuk bertemu. Meskipun itu ada di ujung sana.

Seseorang bertanya, "untuk apa kamu melakukan itu? bukannya gak baik ya?"

Atau dengan dalil-dalilmu yang hanya sebatas "sindiran"

Bahkan, dengan pandangan sebelah matamu, menganggap seseorang yang melakukan hal tersebut telah berbuat dosa besar.

Apakah kamu salah? Tidak

Melawan zona nyaman itu sulit.
Menghilangkan kebiasaan itu butuh perjuangan.

Maka, hargailah orang yang sedang melawan zona nyaman itu. Berikan dukungan dan motivasi.
Cukup?
Tentu tidak! Jika kamu membantunya hanya sekali atau dua kali.

Seorang yang saya hormati pernah berkata, "orang yang telah mempunyai kebiasaan seperti itu, tidak bisa kita berhentikan kebiasaannya sekaligus, 'eh lu berhenti sekarang juga, gak baik ngelakuin itu mulu' gak akan mempan, atau menghilangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaannya malah akan membuatnya berontak. Rangkul. Rangkul ia. Pelan-pelan ajak dia meninggalkan zona nyamannya, lebih bagus lagi kalau ia tersadar untuk melawan zona nyamannya itu."

Dan kamu pasti tau, bagaimana rasanya melawan "Zona Nyaman"

1 komentar: